KERAJAAN BOTI - NUSA TENGGARA TIMUR
Boti adalah sebuah desa kuno di bagian selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Propinsi Nusa Tenggaera Timur ( NTT ), kurang lebih 150 km dari Kupang atau 50 km dari So'E.
Waktu masih kecil dulu, tahun 80an, saya mengenal orang - orang Boti sebagai orang primitif dan orang - orang yang menganut kepercayaan animisme.
Boti jadi bahan pembicaraan di masa kecil saya karena banyaknya turis yang berkunjung kesana. Bahkan saya pernah menjadi tourist guide dadakakan bagi turis bule yang mau kesana ( Di tahun itu saya mendapatkan 1 US Dolar pertama saya. Suatu kebanggaan bagi saya ).
Di jaman itu orang - orang dari desa - desa tetangga takut berkunjung kesana karena cerita mistisnya. Ada yang mengatakan apabila tidak melaporkan diri terlebih dahulu.kalau kesana pasti pulangnya tersesat
Saya jadi bertanya - tanya mengapa orang mau kesana? Ada apa disana?
KEHIDUPAN PRIMITIF
Suku ini seolah tidak tersentuh oleh percepatan perubahan zaman, mungkin karena lokasinya yang sangat tertutup; berada dilembah diantara pegunungan Babuin dan Pegunungan Bele.
Kehidupan disana sangat bergantung pada alam, sangat natural. Mulai dari bahan makanan, alat - alat memasak, bumbu - bumbu, minyak goreng, alat mencuci dan bahkan tidak menggunakan sabun buatan pabrik tapi dengan ramuan - ramuan sendiri.
Saya jadi teringat suatu cerita ketika saya masih SD kelas 6 dulu. Karena ada pasar mingguan di Desa Oinlasi setiap hari Selasa, orang - orang Boti biasanya mengunjungi pasar ini untuk membeli kebutuahan mereka misalkan minyak tanah beras dan lain - lain. Ketika selesai belanja dan menunggu matahari sore, mereka biasanya berteduh di sebuah pohon beringin besar di Cabang Bele dan mulai makan siang. Ada beberapa orang yang keracunan makanan karena makan makanan belanjaan mereka hari itu yang mereka beli dipasar. Mereka ditolong oleh orang - orang Oinlasi yang kebetulan lewat disana, setelah diselidiki ternyata makanan yang mereka makan bukan makanan tapi Sabun Colek Merek Wings dengan kemasan botol palastik. he he he......
Cerita diatas menggambarkan betapa masih primitifnya mereka.
Pakaian yang mereka kenakan juga terbuat dari kapas yang mereka tanam diladang yang dipintal, dijadikan benang dan ditenun.
KEHIDUPAN BERMASYARAKAT
Mereka memiliki sistim pemerintahan sendiri. Ada Raja atau yang biasa disebut Usif dan Hulubalangnya.
Dan Usif yang paling terkenal adalah Nune Benu.
Usif Nune Benu terkenal karena kebajikannya, kehebatannya dan representasi mewakili Suku Boti.
Beliau sering mewakili NTT di ajang promosi Visit Indonesia di Jakarta, bahkan menurut cerita, selama bepergian beliau tidak pernah menggunakan kendaraan bermotor bahkan pesawat terbang. Beliau bisa tiba - tiba muncul di Pameran Wisata di Taman Mini Indonesia Indah.
Di pekarangan rumahnya di Boti, beliau memelihara segala jenis binatang, dari harimau, singa, rajawali, berbagai jenis unggas dan ular. Dan beliau memberikan makan kepada mereka setiap hari.
Dimasa kepemimpinan beliau Kerajaan Boti mencapai masa keemasannya. Ini ditandai dengan banyaknya kunjungan turis ke Boti.
Dikehidupan bermasyarakat semua kegiatan dan roda bermasyarakat dikendalikan Raja dan untuk keputusan - keputusan tertentu diambil berdasarkan rapat tetua adat di lopo atau rumah adat masyarakat Boti - Timor.
Salah satu keputusan terbesar yang mereka buat adalah memutuskan untuk mengusir kelaur Putera Mahkota, Laka Benu dari Tanah Boti karena melanggar aturan mereka yakni berpindah kepercayaan dengan memeluk Agama Kristen.
Sehingga paska wafatnya Usif Nune Benu pada Maret 2005 yang melanjutkan kepemimpinan disana adalah Nama Benu anak kedua dari Nune Benu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar